Di Sebuah Balairung Merah



BALAIRUNG besar itu merah, Sayang. Begitu mudah ia bikin
kita terkenang, pada martir yang mati di setempur sepeperangan

Hari tidak hujan - seperti yang kita harapkan - di Taiwan, kota
yang menggelinjangkan malamnya kepada tamu tanpa pemandu

Kita adalah prajurit lepas kerja, selelah setelah seharian berjaga

Di sudut mana tadi, di balairung ini, kita ingin kita terkapar mati?
Mengenang sendiri peluru datang, tak ingin lekas bilang permisi?


Responses

0 Respones to "Di Sebuah Balairung Merah"

Posting Komentar

 
Return to top of page Copyright © 2010 | 2012 - Lost Saga Template Copyright 2010-2012 MasihTertulis