Fardu Rindu



SUKAR sekali memulai larik puisi, sesukar menukar kartu,
aku lalu mengenang apa yang belum kupertaruhkan dari
kata akhir kita, tentang bimbang & rindu yang fardu.

Seperti baru belajar lagi, berbagi dengan larik puisi,
aku telah terbiasa mengais, di sia-sia tangis, di antara
kata yang duafa, menadah sedekah & rindu yang fardu


Responses

0 Respones to "Fardu Rindu"

Posting Komentar

 
Return to top of page Copyright © 2010 | 2012 - Lost Saga Template Copyright 2010-2012 MasihTertulis