Di Pucuk Pohon bukan Cemara, 1



 Sajak Shania Saphana

Matahari itu, aku kira, adalah paket kilat,
kiriman rutin dari kantor Tuhan. Ia yang
mengirim semacam Selamat Pagi, ke bumi.

Aku tak mau terlambat menjawab. Tapi, jangan
cepat pergi ya, Matahari! Tuhan sudah tahu
jadwal hari liburku, bukan? Hari ini aku
sedang mencuci, hari yang kusut, cinta yang
kumal, hati yang kotor: ini kutukan kantor.

Mesin cuciku, tak membilas sempurna, kau
tahu, Kau tahu. Sabun cuciku, buih keringatku.

:: Terima kasih untuk @banyupadmatangi


Responses

0 Respones to "Di Pucuk Pohon bukan Cemara, 1"

Posting Komentar

 
Return to top of page Copyright © 2010 | 2012 - Lost Saga Template Copyright 2010-2012 MasihTertulis