Kata bisa kuajak bermain, bergembira, kejar-kejaran, ia sembunyi dana aku mencari, yaitu ketika aku menyajak bersamanya.
Kadang aku bertemu kata, dan ia seakan bilang, "hei kau belum pernah menyajakkan aku!" Aku suka menyajak untuk kata yang seperti itu.
Apakah aku ingat pada semua sajak yang kutulis? Tidak, sebaliknya, mereka yang sering mengingatkan aku.
Label:
cerpen
Previous Article



Responses
0 Respones to "[Ruang Renung #250] Dari yang Menakjubkan hingga Sajak yang Mengingatkan"
Posting Komentar