mengancing dada. Hatiku
hanggar kosong. Tubuhku landas
pacu. Kau, penerjun liar, jatuh di
seberang, hutan ilalang.
Mataku loket tiket, tak ada
berpenunggu, ini bulan hantu,
setiap penerbangan akan
terganggu. Kau pilot tua,
setengah buta dan peragu.
Tubuhku buta semata, telah
lepas sepicing mata kancing,
tertusuk duri: rindu yang liar,
nyaring, dan runcing!
Label:
cerpen
Previous Article



Responses
0 Respones to "Sepicing Mata Kancing"
Posting Komentar