WAKTU itu lebah madu, mengira mataku bunga, ia hisap airmata di situ. Airmata itu? Masihkah ia manis dan kau menyimpannya di tangismu?
WAKTU itu selusin pensil kelir. Kau memberiku sebuku buku gambar. Kau minta aku menggambar pelangi, panjang, hingga halaman akhir
WAKTU itu sekantong kata yang labil, kita seperti sedang main skrabel. Berbincang dengan kalimat acak, ingin yang tak terlacak
Label:
cerpen
Previous Article



Responses
0 Respones to "Sekenang Panjang Jalanan"
Posting Komentar