Engkau saksikankah setiap kali kami bertukar harga? Ini perdagangan kami, Tuhan. Ini jual beli kami. Engkau, nama yang tak kami baca.
Di pasar, aku pernah melihat Kau dijual. Dengan harga yang lekas jatuh saat ditawar. Tuhan, mereka membeli-Mu sebagai suvenir.
Label:
cerpen
Previous Article



Responses
0 Respones to "Amaradhana"
Posting Komentar