Sebuah Subuh di Sebuah Magrib



DANAU Jenewa adalah kening untuk sebuah mata yang beku. Aku memejamkan hati dan mata, dalam jernih udara Swiss yang dingin, dan kami bertatapan.  

Sungai Rhone adalah garis tubuh pada sebuah benua yang tak juga tua. Aku larutkan beku keinginan, pada luluh glasier, dan kami saling menghangatkan.  

Pegunungan Alpen adalah jiwa resah yang diberi tubuh oleh salju. Aku hanya turis-tamu, yang besar kepala, sebagai pendaki, bujukanku telah kau terima.

Puncak Mont Blanc adalah tajam mata pena, dan luas langit adalah selembar kertas mahaluas, di situ  terkitabkan kisah tak pernah ada khatamnya. 


Responses

0 Respones to "Sebuah Subuh di Sebuah Magrib"

Posting Komentar

 
Return to top of page Copyright © 2010 | 2012 - Lost Saga Template Copyright 2010-2012 MasihTertulis