Aku memungut kalung, terlempar dari dada yang gempa, di larik awal, di jalan menuju perkumpulan orang-orang kesepian.
Dia sudah menari, sejak membanting pintu, dan berlari ke lantai yang diresapi cahaya. Kita, hati kehilangan, mencoba saling menemukan.
Label:
cerpen
Previous Article



Responses
0 Respones to "Warna Merah yang Sederhana"
Posting Komentar